Pages

Wednesday, 15 February 2017

Mengagungkan ustadz 2

Mengagungkan ustadz 2

فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ # وَهَذَا مُرَبِّ الْجِسْمَ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَفْ

DENE GURU IKU KANG NGITIK-NGITIK ING NYOWO.
DENE NYOWO IKU DEN SERUPAAKE KOYO SUCO.

Ustadzku adalah pembimbing jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pembimbing badanku dan badan bagaikan kerangnya.[tempat bagi jiwaku]

keterangan

Jiwa atau ruh adalah inti dari manusia,sedangkan badan adalah tempat bersemayam bagi jiwa itu selama hidup di dunia,badan bisa rusak dan mati tapi jiwa akan tetap abadi, dan hanya orang bodoh saja yang lebih memandang tempat daripada yang bertempat, seperti emas yang dibungkus daun tetap lebih mulia dari batu yang di bungkus sutera, namun begitu tempat juga akan mempengaruhi nilai dari yang bertempat,seperti roti yang di bungkus dengan indah dan rapih mempunyai nilai lebih dari roti yang di bungkus plastik,seperti itu juga peran ustadz dan orang tua dalam kehidupan kita,guru kita membimbing jiwa kita agar menjadi manusia sejati, manusia yang mengerti bahwa dirinya adalah hamba Allah swt. Guru kita adalah pembimbing jiwa kita dalam melewati jalan-jalan menuju ridlo Allah subhanahu wataala, dan guru kita adalah orang-orang yang berusaha menyelamatkan sedini mungkin agar kita tidak terjerumus dalam panasnya api neraka,sedangkan orang tua kita adalah orang yang mengasihi kita dengan kasih sayang tulus tanpa pamrih apapun,dengan kasih sayang mereka mendorong kita agar mampu hidup layak dan pantas dan dengan kasih sayang pula mereka akan memberikan apapun yang mereka punya agar kita selamat hiup di dunia ini dari panasnya matahari,panasnya kelaparan dan pahitnya kemiskinan.jadi mereka yakni ustadz dan orang tua adalah orang-orang yang sangat berjasa bagi kita di dua medan yang berbeda yaitu dunia dan akherat,dan kamu sudah tahu bahwa akherat lebih utama.